Polisi Diminta Usut Tuntas Peledakan Bom Kantor NasDem di Tual

Kompas.com - 15/09/2012, 23:42 WIB

TUAL, KOMPAS.com - Pihak Kepolisian Resort (Polres) Maluku Tenggra diminta dapat mengusut tuntas pelaku di balik peledakan bom di Kantor DPC Partai Nasional Demokrat (NasDem) Dulla Utara, Kota Tual, provinsi Maluku, yang terjadi pada Sabtu (15/9/2012) dini hari tadi. Permintaan ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Tual, H Ali Renhoran.

"Kami minta agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini, dan segera mengungkap siapa di balik kejadian ini," kata Ali.

Ia menyatakan, ledakan itu terjadi di saat pihaknya bersama DPC NasDem lainnya di Tual tengah mempersiapkan diri menghadapi verifikasi faktual oleh KPUD.

"Sekali lagi kami minta kasus ini agar dapat diusut tuntas, kami sangat sayangkan hal ini terjadi di saat kami tengah konsentrasi untuk verifikasi faktual oleh KPUD. Namun ledakan tersebut tidak membuat kami gentar," katanya.

Ia juga mengungkapkan, selama ini ketua dan pengurus DPC NasDem Dulla Utara dan NasDem di Kota Tual, tidak memiliki permasalahan dengan orang-orang tertentu. Ia juga minta kader dan simpatisan NasDem tetap tenang dan menyerahkan kasus tersebut kepada aparat Kepolisian.

"Selama ini kita tidak punya masalah dengan siapapun. Saya juga meminta agar semua kader dan simpatisan NasDem tetap tenang dan mempercayakan proses hukumnya pada polisi," pintanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau